calina-pendekPepaya Calina pada dasarnya genjah, mudah berbuah. Pada umur 3 atau 4 bulan, pohon sudah mulai berbunga. Jadi, sifat asli Calina adalah berbuah pada saat pohonnya masih pendek. Biasanya posisi buah pertama jaraknya hanya 1-2 jengkal dari tanah. Kalau tanaman kita pohonnya sudah tinggi baru mau berbuah, berarti ada masalah dengan tanaman itu.

Masalah pertama yang umum saya jumpai adalah kecukupan sinar matahari. Kalau kita menanam Calina di lahan yang ternaungi, hampir pasti tanaman kita akan tinggi-tinggi dan langsing karena pupus tanaman akan berebut sinar matahari. Kalau kita ingin tanaman berbuah pada saat masih pendek, syarat pertama, kita harus memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh, mulai pagi sampai sore. Kalau kita menanam Calina tumpang sari dengan jagung, biasanya pohon pepayanya juga tinggi-tinggi karena pada saat usia berbunga ia berebut sinar matahari dengan pohon jagung.

Masalah kedua adalah jarak tanam. Makin rapat jarak tanam, pohon biasanya makin tinggi dan langsing karena daunnya berebut sinar matahari. Sebaliknya, makin renggang jarak tanamnya, tanaman biasanya pendek-pendek dan kekar. Di tanah tanpa guludan, jarak tanam 2,5 x 2,5 meter (atau bahkan 2 x 2 meter pun) bisa menghasilkan tanaman pendek-pendek sudah berbuah.

Problem sinar matahari adalah masalah umum.  Di luar itu, ada faktor lain, misalnya kesuburan tanah. Kalau pada usia 3-4 bulan tanahnya cukup mengandung unsur hara dan air, maka buah pertama biasanya posisinya rendah. Tapi kalau pada usia itu tanaman tidak mendapat cukup air dan unsur hara, bunga akan rontok terus sehingga posisi buah pertama akan semakin tinggi. Pohon seperti ini banyak saya jumpai di kebun pepaya yang bibitnya ditanam di akhir musim hujan di lahan-lahan tadah hujan. Pada saat pepaya mulai berbunga, musim hujan sudah selesai, pohonnya mengalami kekeringan, dan bunganya rontok sepanjang musim kemarau. Bunganya baru menjadi buah pada awal musim hujan berikutnya, ketika pohon pepaya sudah tinggi sebab umurnya lebih dari tujuh bulan.

Pohon pepaya yang berbuah rendah memang menyenangkan, apalagi buat petani yang suka pamer foto di Facebook. Tapi menurut saya, itu bukan hal penting pada budidaya pepaya. Buah rendah memang akan memudahkan pemetikan. Tapi kalau terlalu rendah, bisa juga mendatangkan masalah, terutama pada musim hujan. Jika buah hanya berada satu jengkal di atas tanah, maka buah akan mudah terkena percikan kotoran dari tanah pada saat hujan. Ini bisa menyebabkan buah jamuran.

Tantangan utama berkebun pepaya bukanlah membuat buahnya rendah tapi menjaga agar pohon tidak sakit dan bisa berbuah terus walaupun tidak lebat.

Advertisements