14358811_1574227572886255_8541291574482153683_n

Bulan apa yang paling tepat untuk menanam pepaya? Sebagian besar orang mungkin akan menjawab awal musim hujan karena petani tinggal berkemul sarung di rumah, tak perlu capek-capek menyiram. Untuk sebagian besar lahan tadah hujan, waktu tanam ini memang pas. Tapi kalau lahannya punya sedikit saja air buat penyiraman, waktu terbaik menanam pepaya, menurut saya, adalah bulan kemarin atau sekarang.

Yang kita jadikan pedoman tanam adalah musim hujan dan masa produksi pepaya. Calina akan berbunga pada bulan ketiga atau keempat. Mulai awal panen bulan ketujuh atau kedelapan. Artinya, bunga membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk menjadi buah matang. Pepaya membutuhkan banyak air, terutama sejak berbunga. Kalau air tercukupi, buah akan besar-besar.

Katakanlah awal musim hujan adalah Desember, dan tidak ada La Nina atau kemarau basah seperti tahun 2016 ini. Kalau kita menanam bulan Desember, maka pepaya akan mulai berbunga sekitar bulan Maret. Bulan April intensitas hujan mulai berkurang. Artinya, bunga dan buah pepaya hanya menikmati musim basah sekitar dua bulan.

Kalau kita menanam di bulan Agustus, memang cuaca sangat panas. Pepaya butuh disiram. Tapi pada saat itu, tanaman masih kecil, kebutuhan airnya belum banyak. Satu tanaman hanya butuh sekitar satu hingga beberapa liter air. Toh pada bulan Agustus, petani (di daerah saya) juga biasa menyiram cabai.

Keuntungannya, begitu masuk musim hujan, pepaya sudah berumur empat bulan alias usia berbunga. Jadi, begitu hujan turun, anugerah air dari langit ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tanaman untuk produksi buah selama enam bulan. Dengan kata lain, bunga pepaya menikmati musim basah lebih lama sehingga total buahnya pun akan lebih banyak.
Kalau kita menanam di bulan Agustus, pepaya akan masuk puncak panen pada bulan Maret-April. Itu adalah musim raya panen pepaya gelombang pertama. Harga pepaya biasanya anjlok pada bulan ini karena berbarengan dengan panen raya pepaya dewasa di lahan-lahan tadah hujan se-Indonesia Raya. Walaupun harganya turun, tak masalah karena produksinya tinggi. Apalagi pepaya juga masih bisa panen bulan-bulan berikutnya.

Kalau kita menanam di awal musim hujan, puncak panen akan jatuh pada bulan sekitar Agustus. Itu adalah puncak panen raya gelombang kedua. Harga pepaya biasanya juga akan turun tapi tidak serendah bulan Maret. Panen raya gelombang kedua ini terjadi karena berbarengan dengan kebun milik para petani yang berpikir seperti kita, menunggu tanam pepaya di awal musim hujan.

Alternatif lainnya, kalau lahan punyai suplai air melimpah, saya bahkan menyarankan tanam pepaya sekitar bulan Maret. Tujuannya adalah agar pepaya mulai panen bulan November. Mulai bulan ini, sampai Februari, harga pepaya akan naik karena suplai menurun. Tapi sekali lagi, syaratnya suplai air harus berlimpah untuk memastikan bahwa bunga pepaya tidak rontok di musim kemarau yang terik.

Bulan Desember adalah waktu tanam yang pas bagi petani berkemul sarung. Bulan Agustus buat petani yang suka tantangan. Dan bulan Maret bagi petani yang anti-mainstream.

Sampeyan termasuk yang mana?

Advertisements